Lombok membutuhkan bantuan Anda! Setiap sen sangat berharga. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

English | Bahasa Indonesia

Berita

Kunjungan Volunteer ROTA ke SD MPK Bayat

13 April 2018

In between their jam-packed schedules, volunteers allocated some time to take wooden batik workshops and play with children at Titian’s CLC. On the last day, the volunteers held a community activity with the Women Farmers’ Group of Jarum Village. Not only did they make compost from organic materials, the volunteers also planted various kinds of vegetables, such as chili, mustard and tomatoes. (SSD)

ROTA (Reach Out To Asia), lembaga nirlaba di bidang pendidikan, rutin mengirimkan relawan untuk berkegiatan di negara-negara berkembang di Asia, termasuk Indonesia. Tahun ini, ROTA mengirimkan 20 relawan dari Qatar University untuk berkegiatan di Bayat, Klaten, Jawa Tengah. SD Muhammadiyah Program Khusus (SD MPK) dipilih untuk kegiatan ini. Staf Titian Foundation (Titian) membantu dalam persiapan, perencanaan kegiatan, dan koordinasi antara ROTA dan SD MPK.

Kegiatan relawan dilaksanakan pada tanggal 7-12 April 2018. Relawan dibagi menjadi empat kelompok dan memberikan lokakarya tentang Bahasa Arab, komputer, lingkungan dan kegiatan olahraga. Selain berkegiatan di kelas, relawan juga membantu pekerjaan renovasi. Relawan mengecat ulang, menata buku, dan menghias perpustakaan sekolah agar para siswa tambah senang membaca di perpustakaan. Selain itu, para volunteer juga membantu merenovasi dapur sekolah dan pengadaan alat olahraga.

Di sela-sela kegiatan yang padat, para volunteer menyempatkan diri untuk mengikuti kegiatan batik kayu dan bermain dengan anak-anak di CLC Titian. Di hari terakhir, para volunteer mengadakan kegiatan dengan ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani Desa Jarum. Tak hanya membuat kompos dari bahan organic, para volunteer juga menanam berbagai macam sayur, seperti cabai, sawi, tomat, dll. (SSD)

Perempuan Menaklukkan Dunia

10 March 2018

Wanita di seluruh dunia termasuk Indonesia turut merayakan Hari Perempuan Internasional (IWD), menyuarakan pendapat mereka tentang berbagai isu, terutama hak-hak dan kesetaraan gender.

Jika penerima beasiswa Titian yang perempuan dianggap tidak mengerti perjuangan tersebut berarti meremehkan. Mereka benar-benar berada di dalamnya dan berusaha untuk mengatasinya.

Tiga alumni kami berbagi kisah perjuangan mereka sebagai perempuan dari desa terpencil di depan karyawan perempuan Willis Towers Watson. Kebanyakan perempuan di desa mereka sudah puas dengan gaji kecil yang bisa mereka dapatkan dengan ijazah SMU. Jadi, mereka harus lebih lantang menyuarakan jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Kebanyakan penduduk desa tidak peduli terhadap perempuan berpendidikan, namun ada pula yang dianggap sebagai teladan. Keluarga mereka menjadi lebih dipandang karena mereka dianggap berhasil mendidik anak-anak mereka.

Mitra kegiatan pendampingan untuk Program Beasiswa kami di Tangsel, Soroptimist International of Jakarta (SIJ), juga merayakan IWD dengan penerima beasiswa di CLC Tangsel. Para penerima beasiswa merayakannya dengan kegiatan storytelling dan berbicara hanya dengan bahasa Inggris pada hari itu.

Pemberdayaan Perempuan di Balik Sebuah Kain Jumputan

13 February 2018

Berawal dari cerita para ibu-ibu yang tinggal di sekitar CLC Titian Foundation Tangerang Selatan (Titian Tangsel) yang menginginkan seseuatu yang lebih di luar keseharian sebagai ibu rumah tangga saja. Mereka seperti kehilangan identitas diri; tidak mengetahui keinginan mereka, kurang berinteraksi, tidak mengerti cara berpendapat dan tidak memiliki rasa percaya diri ketika tampil di depan umum.

Titian Tangsel dan Soroptimist International of Jakarta (SIJ) melihat situasi ini sebagai peluang memberikan kontribusi untuk masyarakat dan sekaligus mewujudkan impian mereka dengan cara dibukanya kelas jumputan. Harapan diciptakannya kelas jumputan agar ibu-ibu ini bisa mencicipi rasa kemandirian dan berkarakter sehingga dapat menjadi contoh baik bagi anak-anaknya dan juga wanita lain.

Kelas jumputan pertama diadakan di CLC Titian Tangsel pada 13 Februari 2018, dihadiri oleh 20 ibu-ibu yang didampingi oleh Titian Foundation dan SIJ, yang diwakili oleh Ibu Tia dan Ibu Juni, relawan selaku pengajar dimana beliau sendiri adalah penggiat pemberdayaan perempuan.

Enam peserta lokakarya kemudian membawa apa yang baru mereka pelajari ke tingkat lebih tinggi, yaitu membentuk kelompok wirausaha. Kelompok wirausaha ini dinamakan “Kartini”, dan mereka akan membuat produk berupa pouch, sarung bantal, tempat tissue, tas, placemat, dll. Grup Kartini sendiri minta diadakan pendampingan oleh Ibu Tia sehingga mereka tidak hanya belajar mengenai kain jumputan, tetapi juga berbekal pendidikan karakter sehingga wirausaha mereka pun mempunyai karakter.

Pergumulan itu nyata bagi para wanita ini. Salah satu anggota Kartini, Ibu Inung, mengakui “Pada awalnya saya merasa sangat berat ketika harus mandiri dalam mengatur keuangan, mencari pasar untuk produk, mengulang produksi yang salah dan disiplin dengan waktu. Tetapi setelah tiga bulan, saya merasa ada perubahan dalam diri saya. Saya mulai terbiasa dan perlahan dapat menyelesaikan semua permasalahan sendiri.”

Grup Kartini berharap apa yang semula adalah usaha kecil dapat mengarah kepada sesuatu yang lebih besar dan produk mereka diminati oleh pasar. (NF)