Lombok membutuhkan bantuan Anda! Setiap sen sangat berharga. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

English | Bahasa Indonesia

Berita

Komputer Donasi Membantu UNBK Lombok

9 July 2019

Memasuki masa recovery bencana gempa Lombok 2018, Titian Foundation (Titian) selalu sigap menyalurkan bantuan apa saja untuk membantu meringankan beban saudara kita, terutama berkaitan dengan pendidikan. Menjelang persiapan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) SMP/MTs yang dilaksanakan secara nasional pada tanggal 22-25 April 2019, masih banyak sekolah yang masih membutuhkan komputer agar siswa dapat melalui tahap paling penting pendidikan mereka dengan percaya diri. Salah satunya adalah SMPN 1 Pemenang, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

Pada awal bulan Maret 2019 sebanyak 31 unit komputer dikirimkan dari CLC Titian Kaliurang untuk membantu memenuhi kebutuhan di Lombok. Dua perusahaan nasional, PT Trias Sentosa, Tbk dan PT ALP Petro Industry mendonasikan sejumlah komputer bekas layak fungsi yang sekiranya masih dapat bermanfaat bagi kegiatan Titian. Sebanyak 20 unit komputer kemudian diserah terimakan kepada SMPN 1 Pemenang dan sisanya untuk kebutuhan CLC Titian yang bertempat di SMPN 2 Pemenang, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Persiapan dan instalasi komputer pun dikebut karena tanggal 18-19 Maret 2019 akan dilakukan Gladi UNBK sekaligus sebagai ujicoba instlasi dan sistem komputernya. Hasilnya lancar tidak ada kendala berarti.

Menjelang hari-H UNBK sebanyak tujuh komputer dipersiapkan sebagai backup apabila ada kendala terhadap komputer utama yang digunakan untuk ujian. Hari-H UNBK selama 4 hari berlangsung lancar dan tidak ada kendala. Pihak SMPN 1 Pemenang diwakili Ibu Kepala Sekolah Khaeriah, S.Pd. berterimakasih atas perhatian donatur untuk memperlancar proses belajar mengajar di Sekolah nya. Setelah UNBK, komputer tersebut akan di optimalkan di ruang laboratorium untuk media pembelajaran bagi siswa dan guru agar lebih melek TIK – Teknologi Informasi dan Telekomunikasi. (GP)

Pertemuan Pra MoU Beasiswa Lombok

13 June 2019

Gempa Lombok 2018 lalu memang membawa duka yang sangat besar bagi warga Lombok, kehilangan tempat tinggal dan keluarga bukanlah suatu hal yang mudah. Namun ia juga membawa harapan baru terutama pada 26 siswa-siswi SMP sekitar Kabupaten Lombok Utara. Semburat harapan terlihat di wajah penerima Beasiswa SMA/K yang dikumpulkan di SMPN 2 Pemenang, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Sebuah ruang di sekolah tersebut menjadi pusat baru untuk kegiatan program Titian seperti Beasiswa dan Pengembangan Masyarakat (Comdev) di Lombok Utara. Community Learning Center (CLC) sederhana ini dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan dan komputer.

Pemenang adalah Kecamatan muda di Lombok Utara, yang baru saja merayakan ulang tahun dasawarsa pertama sebagai Kecamatan dan baru-baru ini menjadi pembicaraan ketika Lalu Muhammad Zohri, seorang pelari cepat asal Pemenang, memenangkan medali emas di Kejuaraan Dunia Atletik U20.

Di hadapan siswa serta orang tua mereka, Ibu Lily Kasoem menyampaikan perhatiannya terhadap masa depan para remaja Lombok. Ibu Lily berharap mereka bisa lebih fokus pada pendidikan dan memaksimalkan fasilitas yang disediakan oleh Titian. Sehingga jalan dalam meraih cita-cita mereka terbuka lebih lebar dan masa depan mereka pun menjadi lebih cerah.

Acara pertemuan pra MoU dilaksanakan pada Kamis, 13 Juni 2019, ini berjalan melebihi ekspektasi. Baik siswa maupun orang tua mereka memperlihatkan antusiasme yang tinggi sepanjang acara berlangsung terutama pada pemaparan terkait impian Ibu Lily melalui Titian Foundation serta perubahan yang terjadi pada penerima manfaat beasiswa Titian di Bayat. Hal ini membangkitkan antusiasme para tamu, yang ditunjukan oleh salah satu orang tua yang datang. Ibu Haryati selaku orang tua dari Lira Noviyanti mengungkapkan rasa bersyukurnya atas kehadiran Titian di Lombok Utara, khususnya di Kecamatan Pemenang. Beliau juga sependapat dengan Ibu Lily dan mendorong siswa untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan baik ini dan menghimbau kepada sesama orang tua untuk secara aktif mendukung anak mereka dalam mengikuti aturan dan kegiatan yang telah ditetapkan dalam program Titian.

Dorongan positif kepada siswa juga diucapkan oleh tamu istimewa kami, Ibu Nursyda Syam, agar mereka menggunakan sarana yang diberikan oleh Titian untuk mencapai impian mereka. Ibu Nursyda, asal Tanjung dan pegiat literasi, memiliki lebih dari 20 cabang Klub Baca Perempuan (KBP) di Lombok Utara, percaya bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui membaca dapat mengubah jalan hidup seseorang, menjadi lebih baik. Beliau senang ada organisasi lain, seperti Titian, yang mau memberi perhatian kepada kaum muda Lombok menuju ke potensi maksimal mereka dan mendorong para penerima Beasiswa dan orang tua untuk menjaga komitmen yang kuat seperti yang mereka tunjukkan hari ini. (NL)

Bersama Kita Bisa Menjadi Lebih Baik

26 April 2019

Seperti sudah diisyaratkan di awal tahun, Titian Foundation (Titian) berencana untuk bekerja di Lombok. Beberapa kegiatan sudah dikerjakan, seperti membuka aplikasi untuk Program Beasiswa SMA/K di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, lalu diikuti dengan proses seleksi.

Namun, setelah kajian lebih lanjut, Titian menemukan satu dusun suku Sasak di Desa Rembitan, yaitu Rebuk I di Lombok Tengah juga layak sebagai “investasi”. Rebuk I hanya berjarak 500 meter dari dusun wisata populer Sade, tetapi kondisi kehidupan mereka jauh dari gambar yang indah itu.

Hampir separuh (49%) populasi Kecamatan Pujut, di mana Desa Rembitan berada, masih dalam kategori “prasejahtera”, yang artinya mereka masih tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar minimum, dengan 53% kepala keluarga bahkan tidak lulus sekolah dasar.

Akses untuk air dan sanitasi yang layak masih menjadi tantangan di dusun ini. Masyarakat di Rebuk I hanya bisa mandi seminggu sekali dan kamar mandi berdindingkan tanaman tanpa selokan masih digunakan saat ini. Penyediaan fasilitas air dan sanitasi akan sangat membantu kebersihan mereka dan kemudian memperbaiki tingkat kesehatan dan kesejahteraan mereka secara keseluruhan.

Peluang untuk mendapatkan hasil dan dampak yang signifikan sangatlah besar jika kita bisa mengubah desa ini. Saat ini Tititan bahu membahu dengan Soroptimist International of Jakarta (SIJ) yang mempunyai program penyediaan air dan sanitasi dan pemberdayaan perempuan. SIJ telah berkomitmen untuk mensponsori penggalian sumur dan pembuatan kamar mandi untuk setiap keluarga di Rebuk I. Titian akan mengambil bagian dalam Program Pengembangan Masyarakat (Comdev) lainnya, sehingga peningkatan taraf hidup akan dinikmati merata oleh semua masyarakat dusun.

Pekerjaan utama masyarakat Rebuk I adalah bertani dan sebagian besar juga memiliki sapi. Dengan pengetahuan tentang bertani, Titian melihat hal ini sebagai peluang untuk proyek biogas. Titian telah mengirim empat petani untuk mengikuti kursus permakultur di Imogiri, Yogyakarta pada 16-29 Maret 2019, sehingga mereka bisa menerapkan pola pertanian yang sesuai dengan fitur tanah dan menjadikannya sumber daya produktif seperti biogas dan pupuk organik.

Satu bulan setelah kursus permakultur, salah satu petani tersebut, Lalu Talam, terus berusaha untuk mendesain ulang dusunnya dengan mengintegrasikan fasilitas untuk air, sanitasi dan biogas. Ia dengan bangga menunjukkannya kepada Ibu Isla Winarto dari SIJ ketika Ibu Isla datang untuk meresmikan proyek air dan sanitasi pada 26 April 2019.

Dengan rencana pemerintah untuk membangun sirkuit MotoGP di Mandalika, Rembitan akan menjadi lokasi strategis untuk peluang pariwisata dan Titian dapat menjadi sumber pendidikan informal dan soft skill dan menjadikan Rembitan sebagai pusat pengembangan ekowisata.