Lombok membutuhkan bantuan Anda! Setiap sen sangat berharga. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

English | Bahasa Indonesia

Berita

Peletakan Batu Pertama CLC Rembitan

29 August 2019

Matahari telah terik di pagi hari namun tidak meyurutkan kesibukan warga desa bersiap-siap untuk acara selamatan peletakan batu pertama, menandai dimulainya pembangunan Sentra Pembelajaran Masyarakat (CLC) di dusun Rebuk 1, desa Rembitan, kabupaten Lombok Tengah, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

CLC Titian didirikan diatas tanah seluas 600 m2, berbatasan dengan rumah penduduk dan sawah, dengan perkiraan akan selesai enam hingga delapan bulan kedepan. Dusun Rebuk 1 layaknya kanvas kosong. Masyarakat Rebuk 1 telah lama tertidur – dalam keterpurukan. Tidak terbayangkan kehidupan yang lebih baik, apalagi bermimpi besar. Karena itu, Titian ingin memberikan pemberdayaan agar kehidupan mereka bisa lebih baik. CLC Titian akan menjadi sarana pemberdayaan melalui pendidikan informal. CLC ini nantinya akan dilengkapi dengan perpustakaan, lab komputer dan ruang terbuka untuk kegiatan lokakarya atau tempat berkumpul masyarakat.

Catatan kami sejauh ini, air dan sanitasi adalah tantangan di sana. Pendidikan adalah tantangan di sana. Ketika dirasa sudah cukup banyak tantangan dihadapan, pernikahan dini dan buta huruf orang dewasa juga ada dalam daftar.

Merupakan pemandangan biasa melihat anak SD di desa ini berjualan suvenir setelah sekolah usai di tempat wisata dekat pantai Kuta Mandalika. Mereka pulang ke rumah sejenak untuk makan malam lalu kemudian pergi lagi ke tempat keramaian turis hingga larut malam agar keluarga mereka bisa punya sedikit uang untuk mencukupi kebutuhan hidup hari berikutnya.

Empat petani telah Titian utus untuk mengikuti kursus permakultur di Imogiri, Yogyakarta pada bulan Maret 2019, agar mereka bisa memberdayakan pola dan fitur tanah mereka dan mengubahnya menjadi sumber daya produktif seperti biogas dan pupuk organik. Namun penerapannya masih berjalan lambat dikarenakan keterbatasan air. Titian bermitra dengan Soroptimist International of Jakarta (SIJ) untuk mengatasi masalah air dan sanitasi ini.

Perempuan Sasak di Rebuk 1 diwariskan keterampilan menenun, yang juga digunakan sebagai indikator bahwa mereka siap untuk dinikahkan. Kelompok kerja (Pokja) untuk tenun telah disiapkan agar mereka bisa memenun songket, yaitu jenis tenun yang menggunakan benang emas / perak. Sebagai gambaran, tenun yang biasa dilakukan perempuan Rebuk 1 hanya memakai satu batang bambu, tetapi tenun songket bisa melibatkan seratus batang bambu. Kerumitan ini menakutkan, bahkan untuk penenun terampil sekalipun. Titian melihat dengan peningkatan keterampilan memenun melalui magang ini tidak akan hanya meningkatkan potensi pendapatan keluarga tetapi yang terlebih penting adalah meningkatkan harga diri mereka. Pelatihan tenun songket ini disponsori juga oleh SIJ.

Lombok adalah daerah pertama yang Titian jajaki di luar pulau Jawa. Perjalanan di sini akan panjang dan curam dan Titian menyambut baik donatur dan mitra yang mempunyai semangat yang sama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.

Komputer Donasi Membantu UNBK Lombok

9 July 2019

Memasuki masa recovery bencana gempa Lombok 2018, Titian Foundation (Titian) selalu sigap menyalurkan bantuan apa saja untuk membantu meringankan beban saudara kita, terutama berkaitan dengan pendidikan. Menjelang persiapan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) SMP/MTs yang dilaksanakan secara nasional pada tanggal 22-25 April 2019, masih banyak sekolah yang masih membutuhkan komputer agar siswa dapat melalui tahap paling penting pendidikan mereka dengan percaya diri. Salah satunya adalah SMPN 1 Pemenang, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.

Pada awal bulan Maret 2019 sebanyak 31 unit komputer dikirimkan dari CLC Titian Kaliurang untuk membantu memenuhi kebutuhan di Lombok. Dua perusahaan nasional, PT Trias Sentosa, Tbk dan PT ALP Petro Industry mendonasikan sejumlah komputer bekas layak fungsi yang sekiranya masih dapat bermanfaat bagi kegiatan Titian. Sebanyak 20 unit komputer kemudian diserah terimakan kepada SMPN 1 Pemenang dan sisanya untuk kebutuhan CLC Titian yang bertempat di SMPN 2 Pemenang, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Persiapan dan instalasi komputer pun dikebut karena tanggal 18-19 Maret 2019 akan dilakukan Gladi UNBK sekaligus sebagai ujicoba instlasi dan sistem komputernya. Hasilnya lancar tidak ada kendala berarti.

Menjelang hari-H UNBK sebanyak tujuh komputer dipersiapkan sebagai backup apabila ada kendala terhadap komputer utama yang digunakan untuk ujian. Hari-H UNBK selama 4 hari berlangsung lancar dan tidak ada kendala. Pihak SMPN 1 Pemenang diwakili Ibu Kepala Sekolah Khaeriah, S.Pd. berterimakasih atas perhatian donatur untuk memperlancar proses belajar mengajar di Sekolah nya. Setelah UNBK, komputer tersebut akan di optimalkan di ruang laboratorium untuk media pembelajaran bagi siswa dan guru agar lebih melek TIK – Teknologi Informasi dan Telekomunikasi. (GP)

Menghantarkan ke Perjalanan Berikutnya

29 June 2019

Sebuah kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi Titian Foundation, pada sabtu 29 Juni 2019 melepas 72 siswa penerima beasiswa Generasi ke 9. Bertempat di Gedung Serba Guna SMK Negeri 1 ROTA Bayat, acara tersebut berlangsung dari pukul 09:00 sampai pukul 13:00 WIB.

Acara pelepasan (send-off) merupakan acara rutin tahunan sebagai perayaan kelulusan SMA/K dan berakhirnya status mereka sebagai penerima manfaat Program Beasiswa Titian Foundation.

Semangat berkobar saat Prof. Dr. Ningrum Natasya Sirait, SH., M.Li, naik ke panggung.
Ibu Ningrum mengingatkan siswa ketika perasaan tidak memadai melintasi pikiran kita, saat itulah kita harus mengerahkan upaya ekstra dan keyakinan bahwa kita dapat mencapai apa pun yang kita harapkan dan tidak putus asa.

Memotong tumpeng dilakukan sebagai simbolis pelepasan oleh Ibu Roosniati Salihin selaku Ketua Yayasan. CEO dan Pendiri Yayasan, Ibu Lily Kasoem lalu memberikan potongan tumpeng kepada Yusinta, perwakilan Generasi 9 sebagai symbol ucapan selamat dan harapan terbaik bagi para penerima manfaat dalam perjalanan mereka berikutnya.

Wahyu Guntur, siswa SMAN 2 Klaten dan May Kristina, siswi SMAN 1 Cawas sebagai perwakilan dari Generasi 9 yang dilepas, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang besar atas kesempatan menjadi penerima beasiswa titian karena mendapatkan program pendampingan selama 3 tahun. Melalui pendampingan Titian menjadikan mereka percaya diri, bertambah luas wawasan dan keterampilan dalam menghadapi tantangan maupun kondisi yang sulit. Dalam kata penutup mereka ingin menjaga semangat untuk terus meraih mimpi baik dalam jalur pendidikan bagi yang melanjutkan jenjang ke perguruan tinggi maupun dunia kerja bagi yang memilih langsung bekerja. Apa pun itu, slogan Titian bergema di hati mereka “Titianers, tetap semangat meraih impian.“ (FD)