English | Bahasa Indonesia

Berita

Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Anak Lewat Membaca

23 December 2016

Jumat, 23 Desember 2016, Community Learning Center Titian Bayat menyelenggarakan seminar dengan tema: “Upaya Meningkatkan Minat Baca Pada Anak”. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan kami pada anak-anak yang sering berkunjung ke CLC Titian Bayat, bahwa anak usia sekolah cenderung lebih menyukai bermain dengan telepon canggih daripada membaca buku. Selain ada kecenderungan gaya bahasa yang digunakan oleh anak usia SD tidak lagi sesuai dengan usianya. Setelah ditanyakan lebih jauh kepada anak-anak tersebut ternyata ia memperoleh berbagai kosakata tersebut dari tayangan sinetron di televisi. Kondisi tersebut di atas sangat bertolak dengan berbagai upaya yang digagas oleh CLC Titian Bayat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan.

Dwi Budiyanto atau yang biasa dipanggil dengan sebutan Pak Budi, selaku narasumber dari Fakultas Bahasa & Seni, Universitas Negeri Yogyakarta memaparkan bahwa masalah yang diangkat oleh CLC Titian ini bersumber dari peran orang tua sebagai contoh teladan bagi anak. Pola Asuh orang tua sangat mempengaruhi perilaku anak. Orang tua diharapkan mampu menumbuhkan kemampuan berpikir pada anak. Acara televisi yang kurang mendidik jangan sampai mengalahkan orang tua dalam memberikan pendidikan karakter atau menumbuhkan kebiasaan yang baik bagi anak. Demikian halnya dengan telepon canggih, dengan akses data yang mudah anak-anak jika tidak didampingi dan dimonitor dapat memperoleh informasi yang tidak sepatutnya diperoleh mereka dari dunia maya. Dalam hal ini dibutuhkan kreatifitas dari orang tua atau guru untuk mengalihkan perhatian anak dari televisi dan telepon canggih kepada kebiasaan membaca buku.

Upaya Meningkatkan Minat Baca Pada Anak

Disampaikan secara lebih lanjut oleh Pak Budi bahwa suka membaca berbeda dengan bisa membaca. Dorong dulu anak untuk suka membaca dengan menjadi orang tua atau guru yang juga suka membaca. Bisa membaca adalah hasil dari proses belajar dan bisa dilatih secara bertahap pada anak. Membacakan anak sebuah cerita dapat dijadikan langkah awal dalam menumbuhkan perilaku suka membaca. Selain itu tumbuhkan rasa ingin tahu anak serta keterlibatan anak dalam proses membaca, yaitu dengan memberikan pertanyaan pada anak tentang bagaimana yang diperkirakan anak mengenai kelanjutan cerita atau akhir dari cerita tersebut. Melalui langkah-langkah tersebut orang tua dan guru dapat lebih memanfaatkan waktu bersama anak.

Selanjutnya CLC Titian Bayat memiliki program khusus di 2017 untuk mendampingi anak dan orang tua dalam menumbuhkan minat membaca, melalui kelompok membaca anak, maupun kelompok orang tua dan anak pada saat mereka berkunjung. (FD)

Festival Seni Budaya

22 December 2016

Dalam rangka melestarikan kearifan lokal Bayat dalam bidang kerajinan batik dan keramik sekaligus mengisi libur sekolah anak dengan kegiatan yang positif, CLC Titian Bayat menyelenggarakan Festival Seni Budaya pada tanggal 19-22 Desember 2016. Kegiatan dalam bentuk lomba membatik di media keramik yang berbentuk tabung ‘celengan’ dilaksanakan pada hari Senin, 19 Desember untuk tingkat SD. Hari Selasa, 20 Desember 2016 membatik keramik untuk tingkat SMP dan SMA. Tidak hanya bagi para siswa, lomba macapat (tembang atau puisi tradisional Jawa) juga kami selenggarakan bagi para guru dari sekolah di sekitar CLC Titian Bayat. Selain itu bagi para peserta kelas belajar menjahit dan komputer juga diadakan lomba yang menunjukkan kemampuan mereka sebagai hasil belajar di CLC Titian.

Festival Seni Budaya

Puncak acara festival diselenggarakan pada Kamis, 22 Desember 2016. Selain mengumumkan pemenang dari masing-masing lomba, peserta dari kelas tari juga diberi kesempatan untuk unjuk kebolehan mereka dengan menampilkan Tari Rampak dan Tari Gembira. Acara hiburan juga diisi oleh guru kelas gitar yang juga merupakan penerima beasiswa Titian generasi ke 7.

Suasana sangat meriah, lebih dari 200 orang menghadiri acara ini yang merupakan para peserta lomba, guru pendamping serta warga masyarakat sekitar CLC Titian Bayat. Wajah penuh kegembiraan menghiasi wajah peserta yang memenangkan lomba ataupun yang mendapatkan doorprize. Acara ini ditutup dengan ajang aneka kudapan yang menyajikan makanan kecil berupa bubur kacang hijau, siomay dan es puter dari anggota dampingan Titian dalam program Micro Finance. (FD)

Bersiap-Siap Menghadapi… HIDUP!

13 November 2016

Sebagian besar alumni beasiswa Titian yang telah lulus atau yang akan segera lulus dari universitas sekarang mencemaskan kesempatan mereka untuk mendapatkan pekerjaan yang baik. Sesi wawancara, pada khususnya, dapat menjadi hal yang sangat menggelisahkan terutama bagi pencari kerja pemula.

IPK yang tinggi memang dapat membukakan pintu kesempatan, tapi tidak menjadikan jaminan bahwa wawancara bisa berlangsung mulus jika orang tersebut tidak memiliki kemampuan yang mumpuni dalam berkomunikasi. Sebuah studi menunjukkan bahwa kata-kata memegang persentase tertinggi dalam komunikasi, yaitu 55%, fisiologi menempati urutan kedua sebesar 38% dan intonasi hanya sebesar 7%. Namun, untuk menjadi komunikator yang sukses, seseorang juga harus mampu beradaptasi dengan orang lain, budaya dan situasi.

John Hills Workshop

Seminar yang dibawakan oleh John Hills ini dimulai dengan mengupas apa yang melatar-belakangi pikiran dan reaksi kita – pikiran sadar vs pikiran bawah sadar, prasangka dan budaya. Konsep-konsep ini tentu baru dan asing bagi peserta untuk dipahami. Peserta ditunjukkan berbagai gambar dan diminta kesan mereka dari gambar-gambar tersebut – mengapa mereka memiliki reaksi tertentu terhadap suatu gambar.

Mengapa kita perlu menyadari tentang hal ini? Tidak lain karena 95% dari kegiatan fisik kita sehari-hari senantiasa diatur oleh pikiran bawah sadar dan sementara pikiran bawah sadar ini bermanfaat untuk menjadikan hidup lebih efisien, pikiran bawah sadar ini juga bisa mengakibatkan inkonsistensi dengan apa yang ingin kita capai.

Berbekal pengetahuan baru ini, Titian berharap alumni beasiswa kami akan lebih siap ketika memasuki suatu perkumpulan, apakah kumpulan itu bernama tempat kerja atau lingkungan sosial.

(John Hills saat ini sedang menempuh program master di INSEAD Singapura. Ia mempunyai pengalaman selama 33 tahun sebagai bankir, terutama bidang penjualan layanan perbankan untuk bank-bank komersial di Asia Tenggara. Keahlian khusus lainnya termasuk bidang: Kepatuhan, Anti-Pencucian Uang, Devisa & Treasury, dan Pelatihan Penjualan.)

Kunjungan Pertama Laurie Young ke Titian

12 November 2016

Setelah sekian lama menunggu, Titian Foundation (“Titian”) mendapat kehormatan menjamu kunjungan pertama Laurie Young, Managing Director – Organizational Development dari CLSA, ke CLC Titian di Bayat, Klaten.

CLSA – sebuah perusahaan pialang saham independen terbesar di Asia – sudah seperti seorang bapak asuh bagi penerima beasiswa kami. Country Head CLSA pada saat itu, Nick Cashmore, menyaksikan sendiri kehancuran yang di akibatkan oleh gempa di Jawa Tengah pada tahun 2006. Prihatin akan masa depan anak-anak di desa Bayat yang luluh lantak, Nick memprakarsai program beasiswa di Titian sehingga mereka dapat kembali melanjutkan sekolah dan memungkinkan mereka untuk memperoleh ijazah SMA/SMK. Sejak tahun 2008, dukungan dana dari CLSA telah memberikan manfaat kepada lebih dari 300 siswa dan sampai saat ini masih merupakan donor terbesar untuk program beasiswa kami.

Laurie Young

Laurie turut membawa istrinya, Chris, dalam kunjungan ini. Mereka duduk bersama dengan alumni beasiswa dari angkatan-angkatan awal yang didanai oleh CLSA, di mana sebagian besar dari mereka saat ini telah atau hampir lulus dari universitas. Menilik kembali darimana anak-anak ini berasal, mereka tercengang dengan pencapaian mereka sendiri. Beasiswa telah membuka jalan kepada mereka untuk bermimpi untuk tujuan hidup yang lebih besar dan lebih baik.

“Penting sekali untuk terus bermimpi tentang apa yang ingin kita lakukan, karena ketika kita berhenti bermimpi, kita berhenti untuk hidup.” ujar Laurie.

Laurie dan Chris juga menyempatkan diri untuk mengunjungi rumah dari dua penerima beasiswa kami, untuk melihat langsung kondisi kehidupan anak-anak yang disantuni oleh Titian. Titian menghargai dan mendorong keterlibatan donor dalam program kami dan menantikan kunjungan mereka berikutnya.

Masa Orientasi Beasiswa (MOB) Generasi 9

21 August 2016

Setelah berhasil lolos seleksi sebagai penerima beasiswa Titian Foundation (“Titian”), serangkaian kegiatan masih harus dilalui sebelum sepenuhnya menjadi ‘keluarga’ Titian.

Masa Orientasi Beasiswa (MOB) adalah satu kegiatan awal yang bertujuan untuk memperkenalkan Titian secara keseluruhan dan memberikan gambaran umum tentang pendampingan yang akan para penerima beasiswa dapatkan selama 3 tahun. Kegiatan MOB penerima beasiswa untuk angkatan terbaru tahun 2016, yaitu Generasi 9 dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2016, bertempat di CLC Titian Bayat.

Menjadi penerima beasiswa Titian, berbeda dengan beasiswa yang lain. Selain mendapatkan bantuan biaya pendidikan, seluruh penerima beasiswa juga akan mendapatkan pendampingan untuk membangun karakter positif mereka. Hal ini sengaja Titian lakukan agar para penerima beasiswanya tidak hanya pandai dalam hal akademik, namun juga memiliki keterampilan sosial yang baik.

Kegiatan yang dipanitiai oleh 24 siswa Generasi 8 ini, berlangsung sangat seru. Diawali dengan ice break menari-nari bersama. Kemudian dilanjutkan perkenalan dengan staf Titian. Mereka lalu dijelaskan tentang sejarah berdirinya Titian dan terbentuknya program-program yang ada di dalamnya. Siswa Generasi 9 juga dikenalkan dengan kegiatan-kegiatan yang akan mereka ikuti selama 3 tahun. Acara kemudian dilanjutkan dengan kuis, permainan dan yang paling membanggakan adalah aksi pentas seni per kelompok. Aktifitas ini dilakukan untuk mengajak siswa Generasi 9 berkreasi dan berani tampil percaya diri. Ada yang menampilkan drama, nyanyian dan puisi. Acara ini ditutup dengan pentas seni dari panitia. Semua peserta, panitia dan pendamping terlihat bahagia menikmati jalannya kegiatan ini. (WA/FD)

Titian Membimbing Angkatan Baru Sebanyak 73 Penerima Beasiswa

24 July 2016

Titian Foundation (“Titian”) kembali memberikan beasiswa kepada 73 siswa-siswi (“siswa”) untuk melanjutkan pendidikan mereka di SMA/SMK mulai tahun ajaran 2016/2017 ini.

Setiap tahun Titian menerima sekitar 400 aplikasi untuk beasiswa. Proses seleksi untuk angkatan tahun ini – Generasi 9 – telah dimulai sejak bulan Januari 2016. Dari seleksi formulir aplikasi, melakukan 2 tahap interview and kunjungan ke rumah kandidat merupakan proses panjang yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa beasiswa diberikan kepada siswa yang pantas.

Titian sudah memberikan beasiswa sejak tahun 2008 dan telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 700 siswa untuk memperoleh ijazah SMA/SMK. Beasiswa Titian tidak hanya mencakup biaya sekolah tetapi penerima manafaat juga akan mendapatkan pelajaran keterampilan hidup melalui kegiatan pendampingan, peningkatan kapasitas dan relawan.

Oleh sebab itu, pada setiap awal tahun ajaran, orangtua penerima beasiswa harus menandatangani MoU untuk memperkuat komitmen untuk mendukung anak-anak mereka dalam mengikuti syarat dan ketentuan yang diterapkan oleh Titian.

(Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana dukungan Anda dapat mengubah hidup seorang siswa, silahkan menyaksikan video testimonial penerima beasiswa kami di kanal YouTube kami)

Pertemuan Rutin dan Halal Bi Halal Anggota Micro Finance

21 July 2016

Tanggal 21 Juli 2016 di CLC Titian Bayat telah dilaksanakan Halal Bi halal anggota program Pendanaan Mikro (“Micro Finance”) yang merupakan salah satu bentuk pertemuan rutin anggota. Program Micro Finance merupakan program kerjasama antara Titian Foundation (“Titian”), Panin Bank Syariah dan BMT Bina Ihsanul Fikri (BMT BIF).

Program yang ditujukan untuk orang tua penerima Beasiswa Titian yang menjalankan usaha dan saat ini telah memiliki 29 anggota. Acara Halal bi Halal ini di ikuti anggota aktif dan 15 calon anggota baru dari orang tua beasiswa Generasi 8. Dengan agenda acara untuk mempererat tali silaturahmi antara pendamping, anggota serta pihak pemberi modal. Turut hadir dalam acara ini adalah anggota yang kurang aktif karena mereka tidak mengambil pinjaman, jadi merasa tidak mempunyai kewajiban untuk menghadiri pertemuan, maka melalui acara ini ditekankan kembali perntingnya menjalin kerjasama yang baik antar anggota dan berbagi kisah sukses mereka yang telah berhasil menjalankan usahanya.

Berkaca dari kasus yang terjadi dari warga lingkungan sekitar Bayat khususnya yang terjerat rentenir, anggota program Micro Finance tidak hanya mendapatkan akses permodalan namun juga mendapatkan pendampingan dan bimbingan mengenai pengelolaan keuangan sederhana dan manajemen usaha. Program Micro Finance sangat menekankan anggotanya untuk menerapkan pengelolaan keuangan yang baik, kemampuan menyikapi keinginan dan kebutuhan dengan baik, dan membangun kebiasaan untuk turut menyertakan keluarga dalam pengelolaan kebutuhan masa depan. (IK/FD)

Halal Bihalal IKATIFO 2016

10 July 2016

Scholarship Batch 9

Tahun ini merupakan tahun ke-4 IKATIFO (Ikatan Alumni Titian Foundation) menyelenggarakan acara Reuni Akbar yang dikemas dalam acara Halal Bihalal Alumni Titian Foundation. Sekitar 130 alumni dari generasi 1 sampai dengan generasi 6 hadir pada Minggu, 10 Juli 2016 di CLC Titian Foundation Bayat. Selain alumni, perwakilan penerima beasiswa aktif, dan pendamping Titian Foundation (“Titian”) juga ikut berpartisipasi. Menjalin kembali silaturahami sesama alumni yang sudah bekerja maupun kuliah merupakan tujuan yang selalu ingin ditumbuhkan dalam acara ini, sekaligus sebagai ajang “temu kangen” bagi keluarga besar program beasiswa Titian.

Di awal acara peserta disambut dengan alunan musik-musik religi yang sudah disiapkan oleh panitia. Kemudian ditengah acara panitia menampilkan video-video kegiatan pada saat alumni masih menjadi penerima beasiswa aktif di Titian. Gelak tawa memeriahkan acara pada siang itu, alumni kembali teringat masa-masa kebersamaan saat berkegiatan bersama dan melihat wajah-wajah polos mereka saat itu. Selain itu, dengan melihat video itu membuat alumni menjadi ingat walaupun mereka sudah bukan penerima beasiswa Titian tetapi mereka tetap menjadi bagian dari keluarga besar Titian. Beberapa alumni juga menjadi pengisi acara hari itu mereka menyuguhkan penampilan musik untuk menghibur peserta yang lain.

Halal Bihalal IKATIFO 2016

Sayangnya tahun ini acara Halal Bihalal IKATIFO tidak dihadiri Ibu Lily Kasoem, beliau berhalangan hadir karena sedang berada di Luar Negeri. Walaupun Ibu Lily tidak bisa hadir tetapi beliau mengirimkan sebuah pesan yang disampaikan oleh Mbak Ana selaku Program Manager Titian Bayat. Dalam pesan itu, Ibu Lily menyampaikan sebuah “PR” besar bagi alumni Titian selaku putra putri Bayat yang akan meneruskan perjuangan Titian dalam memajukan pendidikan anak, khususnya di daerah Bayat. Acara reuni akbar tahun ini sedikit berbeda dengan acara-acara sebelumnya. Tahun ini dijadikan sebagai moment untuk pemilihan Ketua IKATIFO periode 2016/2017, jika di tahun-tahun sebelumnya ketua hanya dipilih oleh pengurus saja tahun ini ketua dipilih oleh alumni baik pengurus maupun bukan pengurus.

Pemilihan ketua dilakukan dengan cara pemungutan suara oleh peserta Halal Bihalal, dan ketua yang terpilih adalah Dwi Santoso dari generasi 5. Kegiatan siang itu ditutup dengan sesi salam-salaman dan foto bersama. (LA)

Titian Memulai Proyek Percontohan dengan WOM Finance

21 June 2016

Titian Foundation bersama dengan PT Wahana Ottomitra Multiartha, Tbk (“WOM Finance”) mengadakan acara kick-off pada tanggal 21 Juni 2016 sebagai tanda dimulainya proyek percontohan satu tahun bagi wirausahawan perintis (“start-ups”).

Adapun penerima manfaat dari proyek start-ups ini adalah alumni dari program beasiswa Titian yang sudah atau hampir menyelesaikan pendidikan mereka di universitas / akademi dan sudah memulai kegiatan wirausaha seperti memproduksi kerajinan dan karya seni.

WOM Finance

WOM Finance mempunyai pemahaman yang sama dengan Titian dalam hal pemberdayaan masyarakat. Dalam sambutannya Direktur WOM Finance Bpk. Zacharia Susantadriredja mengatakan kedua belah pihak menyadari bahwa kebutuhan dasar masyarakat pedesaan adalah peningkatkan kapasitas pendapatan sehingga mereka dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Proyek ini tidak hanya akan memberikan akses permodalan bagi wirausahawan muda tetapi mereka juga akan dibekali pengetahuan tentang keuangan. Beberapa lokakarya bertajuk pengelolaan keuangan disematkan dalam program kerja proyek ini, termasuk pemahaman finansial bagi calon start-ups dan keluarga mereka. Agar perusahaan start-ups ini mampu bertahan hidup, lokakarya dengan topik khusus seperti perencanaan bisnis dan kewirausahaan start-ups juga akan diadakan. Dengan pembekalan tersebut, start-ups dapat lebih menggiatkan kegiatan produksi, mampu menghadapi kompetisi dan memiliki usaha yang berkelanjutan yang bermanfaat bagi komunitas di sekitarnya.

Penerima Beasiswa Titian Berpartisipasi dalam Microsoft YouthSpark

14 June 2016

Microsoft YouthSpark

Pada bulan November 2015 sampai dengan Juni 2016 Program Beasiswa Titian Foundation (“Titian”) bekesempatan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Microsoft Youthsparks. Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Microsoft Indonesia dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (FISIPOL UGM), Microsoft Innovation Center (MIC), dan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). Secara spesifik tujuan diadakannya acara Microsoft YouthSpark ini adalah mengajak generasi muda agar tertarik pada ilmu komputer melalui pengajaran dasar programming.

Microsoft mengajarkan secara langsung pembuatan aplikasi game edukasi, dengan harapan persepsi yang muncul di masyakarat bahwa programming (Coding) itu terlalu sulit perlahan akan berubah. Hal ini juga didukung oleh yel-yel yang selalu riuh dikumandangkan MC dan disambut para peserta “coding… gak bikin pusing. “

Program Beasiswa Titian mengirimkan 30 anak untuk ikut berpartisipasi dalam proses pembelajaran dan kompetisi pembuatan game edukasi ini. Hasil penjurian tahap awal dari 250 peserta seluruh perwakilan Titian masuk dalam nominasi 60 besar. Pada awal Juli, setelah melalui tahap penyempurnaan game, grup Titian ‘The Malware’ yang terdiri dari Guntoro, Andika dan Bhimo (Gen 7) diumumkan masuk menjadi 10 besar finalis. Dengan waktu persiapan yang sangat terbatas, pada tanggal 14 Juni 2016, tim The Malware melaju ke tahap pameran karya dan penjurian game.

Di ujung acara tim The Malware puas sebagai 10 besar finalis. Mereka tetap bangga dan mensyukuri atas kesempatan yang sangat berharga dapat mengikuti kegiatan ini. “Pasti ada pelajaran dari kekalahan ini. Melalui kompetisi ini saya jadi tahu kemampuan diri saya dan memacu saya untuk belajar lebih giat dan berpikir kreatif”, ungkap Guntoro. (FD)