Program Sentra Pembelajaran Masyarakat

Saat ini kami telah membangun sepuluh Sentra Pembelajaran Masyarakat atau Community Learning Centre (CLC) di seluruh Indonesia, satu di antaranya merupakan CLC baru yang sedang dibangun di Desa Rembitan, Lombok Tengah. Kami melihat CLC sebagai pusat dan tempat yang penting bagi anggota masyarakat untuk mempelajari keterampilan baru serta meneruskan pengetahuan dan keterampilan tradisional selaras dengan upaya pelestariannya untuk generasi mendatang.

CLC kami memainkan peran penting dalam pengembangan masyarakat di daerah yang kurang berkembang di mana CLC kami berada. CLC kami terkadang menjadi satu-satunya prasarana yang dimiliki masyarakat tersebut dalam wujud perpustakaan umum, atau di lain waktu sebagai tempat untuk melaksanakan program lokakarya dan pendidikan yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Kegiatan CLC antara lain:

  • Mengadakan kelas dan lokakarya tentang berbagai topik seperti kebersihan dan sanitasi, memasak, menjahit dan menyulam, Bahasa Inggris dan kewirausahaan.
  • Memfasilitasi kerja sosial ROTA dan relawan lainnya di sekolah dan masyarakat dan pekerjaan sosial Beasiswa Titian dan Ikatan Alumni Beasiswa Titian (IKATIFO).
  • Menyediakan pelatih untuk mendorong kegiatan pembelajaran terkait warisan budaya daerah. Hal ini termasuk musik tradisional, tarian tradisional, dan tenun kain tradisional.

Titian telah mendirikan sepuluh CLC. Informasi tentang masing-masing CLC bisa dilihat dibawah ini.

Satu CLC yang saat ini masih sedang dalam proses pembangunan adalah CLC di Rembitan, Lombok Utara, yang telah rampung 70% pada April 2020. CLC Rembitan diharapkan dapat mulai beroperasi menjelang akhir tahun 2020.

Kemitraan dan Keterbukaan Kolaborasi

Ke depannya kami ingin memperluas jangkauan untuk memajukan masyarakat yang kurang berkembang dengan membangun lebih banyak CLC, dan memperbanyak fasilitas/sumber daya di CLC yang sudah ada. Terdapat ratusan desa serta masyarakat terbelakang di Indonesia, dan kami secara aktif mencari mitra yang tertarik untuk bergabung, karena kami berusaha keras untuk meningkatkan upaya kami di bidang ini. Klik di sini untuk mencari tahu bagaimana Anda dapat membantu.



CLC Titian Bayat (Paseban)

CLC Paseban diresmikan sebagai bagian dari kantor Titian pada tanggal 27 Juni 2013. CLC dengan cepat menjadi populer di kalangan anak-anak dan orang dewasa lokal, serta menjadi sumber bagi para Penerima Beasiswa kami yang bersekolah di sekolah terdekat.

Kelas yang disediakan oleh CLC Paseban meliputi menjahit, memasak, dan penggunaan komputer tingkat dasar dan lanjutan, serta tarian dan musik tradisional. Melihat anak-anak membaca sendiri atau bermain permainan edukatif bersama merupakan hal yang sudah biasa.

CLC SMPN I Bayat

CLC ini dibangun bersamaan dengan pembangunan sekolah Bayat, karena itu CLC ini berlokasi di dalam kompleks sekolah. Jadi tempat ini terutama digunakan oleh anak-anak usia sekolah yang tinggal di desa-desa sekitar. Mereka memanfaatkan tempat itu untuk kegiatan ekstrakurikuler. Anak-anak diizinkan menggunakan fasilitas perpustakaan dan menghadiri kegiatan rutin seperti acara mendongeng, permainan asah otak, kompetisi menulis, selain juga boleh memanfaatkan koleksi buku dan mainan yang tersedia. Mereka juga bisa menggunakan komputer dan mengakses internet.

Titian Foundation secara persuasif mengajak anggota masyarakat dewasa untuk memanfaatkan CLC bagi kegiatan masyarakat, terutama kegiatan yang dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka.

CLC SMKN 1 ROTA

Selain letaknya yang berdekatan dengan CLC Bayat, CLC SMKN 1 ROTA didirikan dengan cara yang mirip dengan CLC Bayat, yakni sebagai perluasan perpustakaan di dalam kompleks sekolah. Hal ini didasarkan pada misi Titian Foundation untuk menyediakan fasilitas belajar dan pendidikan bagi penerima manfaat yang lebih luas. Bangunan CLC ini berdiri bersamaan dengan selesainya pembangunan sekolah pada Juni 2009.

CLC yang terbuka untuk umum ini memiliki banyak koleksi buku tentang keterampilan hidup dan bisnis, sehingga terbuka juga untuk masyarakat dewasa. CLC ini juga dilengkapi peralatan audio-visual dan delapan komputer yang terhubung ke internet. Diharapkan komputer tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan riset melalui internet, memasarkan produk secara online, mencari pekerjaan, serta mengembangkan karier.

CLC Gemawang

Masyarakat Desa Gemawang di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menyambut baik gagasan pendirian CLC Gemawang. Dukungan antusias kepala desa Gemawang memungkinkan kami membangun CLC terpadu di atas sebidang tanah seluas 2.000 meter2. CLC Gemawang terdiri dari tiga blok yang terpisah. Di sana terdapat dua ruang kelas, sebuah bangunan joglo yang berfungsi sebagai tempat pertemuan serbaguna, laboratorium komputer, dan sebuah bangunan di bagian depan yang berfungsi sebagai galeri komersial untuk menjual dan mempromosikan berbagai produk yang dibuat oleh pengusaha lokal. Selain itu ada sebuah bangunan yang terpisah dan terletak di seberang jalan, yang berfungsi sebagai bangunan perpustakaan. Pembangunan CLC Gemawang menghabiskan dana sekitar Rp 1,2 miliar, sudah termasuk perabotan, buku, komputer, dan program lebih lanjut yang masih didukung oleh Titian Foundation setelah serah terima CLC kepada pemerintah daerah.

CLC Padang

Ketika gempa besar menimpa Sumatera Barat bulan Oktober 2009, banyak bangunan hancur yang diakibatkannya. Kecamatan Patamuan menjadi kecamatan yang paling parah terdampak bencana tersebut dengan 18 sekolah rusak, menyisakan sekitar 2.500 siswa belajar di fasilitas sementara.

CLC, yang memiliki tiga pusat kegiatan utama, beroperasi penuh sebagai hasil kemitraan dengan masyarakat setempat, yang dipimpin oleh Wali Nagari dan sekolah. Berbagai program diperkenalkan; seperti kompetisi untuk anak-anak, kursus, penyediaan koleksi buku dan materi audio-visual baru, sosialisasi, dan membaca buku.

CLC Cigalontang

Pada tahun 2009, kami membantu pembangunan kembali sebelas rumah yang hanyut akibat bencana tanah longsor yang melanda desa kecil Cigalontang, Tasikmalaya. Sebagai bagian dari skema yang sama, dan sebagai program lanjutan, kami juga mengembangkan CLC di desa tersebut.

CLC Cigalontang dilengkapi dengan lima komputer, perpustakaan, serta peralatan audio-visual untuk sarana belajar masyarakat, dan setiap harinya dikunjungi oleh sekitar 40 orang, sebagian besar merupakan siswa sekolah dasar. CLC ini juga mengadakan kursus komputer bagi siswa SD dan SMP sekitar.

CLC Tangerang Selatan

Titian selalu semangat jika bisa mengulang keberhasilan Program Beasiswa Bayat ke daerah-daerah kurang mampu lainnya. Setelah menyurvei beberapa sekolah dan desa di Jawa Tengah dan Jawa Barat, ternyata masih ada kebutuhan besar akan beasiswa dan pemberdayaan masyarakat yang dekat dengan Jakarta, yaitu di Tangerang Selatan (Tangsel). Oleh karena itu, Titian Foundation membuka CLC baru di Tangsel pada tahun 2017. Sebuah rumah kontrakan diubah menjadi CLC, yang juga berfungsi sebagai kantor cabang Titian di wilayah Jabodetabek. Penyiapan CLC ini didukung oleh CLSA Chairman’s Trust dan Soroptimist International of Jakarta.

Selain Program Beasiswa, CLC ini menawarkan program rutin lainnya yang terbuka untuk masyarakat umum seperti musik, penguasaan Bahasa Inggris, komputer, menjahit, dan pewarnaan baju dengan teknik ikat.

CLC Kaliurang

Pada tahun 2018, CLC Kaliurang dibuka untuk umum. CLC ini terletak di Jalan Kaliurang KM 24, hanya beberapa menit berkendara dari portal yang menandai pintu masuk ke kawasan wisata Kaliurang.

CLC Kaliurang dilengkapi dengan perpustakaan serta laboratorium komputer. Terdapat juga ruang besar untuk pelatihan yang dapat menampung 40 orang dalam pengaturan ruang kelas.

CLC Pemenang

Bertempat di sekolah SMPN 2 Pemenang, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, adalah CLC Titian terbaru. Sebuah ruang di sekolah tersebut menjadi pusat kegiatan program Titian seperti Beasiswa dan Pengembangan Masyarakat (Comdev) di Lombok Utara. Community Learning Centre (CLC) sederhana ini dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan dan komputer.

Pemenang adalah kecamatan muda di Lombok Utara, yang baru saja merayakan ulang tahun dasawarsa pertama sebagai kecamatan dan salah satu daerah yang paling hancur saat gempa Lombok 2018. Kecamatan ini menjadi terkenal ketika Lalu Muhammad Zohri, seorang pelari cepat asal Pemenang, memenangkan medali emas di Kejuaraan Dunia Atletik U20.

CLC Rembitan

CLC baru ini adalah bangunan multi-fungsi yang sedang dibangun di Desa Rembitan, Lombok Tengah. CLC ini akan menyediakan layanan yang sangat dibutuhkan untuk memberdayakan masyarakat lokal di salah satu daerah yang paling tertinggal di Lombok.

Rembitan adalah desa suku asli Sasak di mana dusun wisata populer Sade berada. Rencana pemerintah untuk membangun sirkuit MotoGP di Kawasan Mandalika, menjadikan lokasi Rembitan strategis untuk lebih banyak lagi peluang pariwisata. Titian akan berperan membantu Rembitan untuk berkembang sebagai pusat ekowisata.