Program Pembiayaan Mikro

Membantu anak-anak mendapatkan pendidikan adalah salah satu cara untuk mengeluarkan mereka dari lingkaran kemiskinan, namun Titian melihat orang tua mereka juga membutuhkan bantuan untuk memperbaiki taraf hidup keluarga. Seringkali, halangan untuk kemajuan mereka adalah terbatasnya akses permodalan yang dihadapi usaha mikro/kecil di daerah terpencil. Itu sebabnya, pada tahun 2014, Titian meluncurkan Program Pembiayaan Mikro.

Titian memprakarsai Program Pembiayaan Mikro atau Microfinance tersebut dengan dua lembaga perbankan terkemuka—Panin Bank Syariah dan BMT Bina Ihsanul Fikri (BIF) untuk memfasilitasi permodalan bagi usaha mikro/kecil. Program ini awalnya ditawarkan kepada orang tua penerima beasiswa, tetapi kemudian diperluas ke pengusaha kecil lainnya di Bayat, Klaten. Program Pembiayaan Mikro menjadi angin segar pengganti rentenir yang sering menjebak pengusaha mikro di desa-desa kecil seperti Bayat.

Pertemuan rutin diadakan sebagai forum untuk mengajarkan para anggota cara mengelola usaha dan berbagi ide untuk meningkatkan produktivitas serta pendapatan mereka. Pertemuan ini juga untuk membangun kerja sama yang baik antaranggota dan memungkinkan mereka untuk berbagi kisah sukses tentang perjalanan usaha mereka.

Titian menemukan bahwa produksi meningkat sebanyak 25% setelah anggota mendapat pinjaman. Banyak dari mereka bisa berproduksi hingga tiga kali lipat sebagai hasil dari pendanaan tambahan tersebut. Total penyaluran pinjaman per Desember 2019 untuk program ini bernilai Rp200 juta. Beberapa penerima manfaat Program Microfinance tersebut menjadi sangat sukses, sehingga mereka bisa beralih ke pinjaman bank konvensional, yang menandakan kemampuan mereka mengelola stabilitas usaha dalam jangka panjang.