Lombok membutuhkan bantuan Anda! Setiap sen sangat berharga. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

English | Bahasa Indonesia

Berita

Berbagi Ilmu Berbagi Budaya dari Qatar ke Indonesia dan Sebaliknya

22 February 2019


Setelah persiapan selama dua bulan, akhirnya pada tanggal 18-22 Februari ini sekali lagi dengan antusiasnya Titian mendampingi Reach Out To Asia dan University of Calgary in Qatar (UCQ) melangsungkan workshop di SMK Rahani Husada Klaten. Kegiatan kali ini mengangkat tema Keperawatan dalam workshopnya yang melibatkan 20 mahasiswi dan 2 dosen UCQ serta 118 siswa Rahani Husada.

Materi yang dipelajari dibagi menjadi empat, Basic Life Support, Lifestyle Management, Elderly Care, dan Personal Development. Selama empat hari workshop, siswa akan berganti kelas disetiap harinya untuk mempelajari materi yang berbeda. Tidak hanya itu, di hari ke lima siswa kelas X juga mendapatkan kesempatan untuk mempraktikan teori yang sudah mereka dapatkan. Kegiatan praktik ini dibagi menjadi tujuh pos, Cardiopulmonary resuscitation (CPR), Personal Safety, Blood Pressure, Vital Sign, Hand Hygiene, personal protective equipment dan Pain Management. Melalui 7 pos ini diharapkan mereka dapat memperdalam pengetahuan mereka tentang Ilmu yang telah mereka dapatkan dari empat hari workshop tersebut.

Setelah kelas berakhir, setiap harinya perwakilan dari siswa Rahani Husada mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam pengobatan tradisional seperti yoga message, bekam dan pembuatan Jamu. Selain itu, mereka juga berbagi ilmu tentang bagaimana membawakan lagu Jawa serta cara menulis aksara Jawa. Seluruh volunteer terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Sharon salah satu volunteer mengatakan bahwa kegiatan ini sangat menarik, terutama yoga massage, bekam dan pembuatan jamu. Ini semua merupakan pengalaman pertamanya dan ia sangat menyukainya.

Selain kegiatan workshop, para volunteer juga mengikuti kegiatan bersama masyarakat. Pada Rabu (20/2) seluruh volunteers dan masyarakat desa Tegalrejo menanam 113 pohon pisang di tanah kas Tegalrejo yang terletak di dusun Prengguk kecamatan Gedangsari. Penanaman pisang dilakukan sebagai upaya pemuda setempat dalam mewujudkan Gedangsari sebagai desa wisata, karena Gedangsari dalam Bahasa Jawa berarti pisang. Selain itu, pisang juga dipilih karena keinginan mereka untuk melestarikan pisang dengan harapan buah beserta pohonya baik dari akar hingga daunnya dapat memenuhi kebutuhan pasar yang dapat diolah menjadi berbagai macam produk. Selain bertanam, di dukuh ini mereka juga membuat selendang ikat celup. Didampingi oleh penduduk lokal, setelah dibagi menjadi lima kelompok mereka mulai belajar mengikat dan mewarna kainnya untuk dibuat ikat celup sesuai motif yang mereka inginkan.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Hari Jumat (22/2) merupakan hari terakhir keberadaan volunteer di SMK Rahani Husada. Hadiah mulai bertebaran sama banyaknya seperti kata perpisahan, pesan juga air mata. Salah satu pesan yang terus disampaikan bertujuan untuk mengingatkan kepada para siswa serta pihak sekolah bahwa meski hari ini merupakan hari terkhir workshop mereka, namun hal ini bukanlah akhir segalanya bahkan awal dari pertemanan mereka. Semua orang sedih karena akan berpisah, namun semuanya pun bersyukur atas kesempatan ini. Suasana haru akibat pidato perpisahan berangsur berubah menjadi riuh saat para dosen, Ms. Marrie Cloud dan Ms. Barbara mendapat kenang-kenangan berupa kaos olah raga SMK Rahani Husada.

Satu pesan penting lainnya yang disampaikan untuk para siswa ialah agar dimasa depan mereka bisa terus menjadi perawat yang kuat dan bersemangat. Hal ini menguatkan apa yang telah mereka ikrarkan di kelas Personal Development bahwa sebagai perawat mereka harus terus menjadi perawat yang kuat dan professional. (NL)