Lombok membutuhkan bantuan Anda! Setiap sen sangat berharga. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

English | Bahasa Indonesia

Berita

Pemberdayaan Perempuan di Balik Sebuah Kain Jumputan

13 February 2018


Berawal dari cerita para ibu-ibu yang tinggal di sekitar CLC Titian Foundation Tangerang Selatan (Titian Tangsel) yang menginginkan seseuatu yang lebih di luar keseharian sebagai ibu rumah tangga saja. Mereka seperti kehilangan identitas diri; tidak mengetahui keinginan mereka, kurang berinteraksi, tidak mengerti cara berpendapat dan tidak memiliki rasa percaya diri ketika tampil di depan umum.

Titian Tangsel dan Soroptimist International of Jakarta (SIJ) melihat situasi ini sebagai peluang memberikan kontribusi untuk masyarakat dan sekaligus mewujudkan impian mereka dengan cara dibukanya kelas jumputan. Harapan diciptakannya kelas jumputan agar ibu-ibu ini bisa mencicipi rasa kemandirian dan berkarakter sehingga dapat menjadi contoh baik bagi anak-anaknya dan juga wanita lain.

Kelas jumputan pertama diadakan di CLC Titian Tangsel pada 13 Februari 2018, dihadiri oleh 20 ibu-ibu yang didampingi oleh Titian Foundation dan SIJ, yang diwakili oleh Ibu Tia dan Ibu Juni, relawan selaku pengajar dimana beliau sendiri adalah penggiat pemberdayaan perempuan.

Enam peserta lokakarya kemudian membawa apa yang baru mereka pelajari ke tingkat lebih tinggi, yaitu membentuk kelompok wirausaha. Kelompok wirausaha ini dinamakan “Kartini”, dan mereka akan membuat produk berupa pouch, sarung bantal, tempat tissue, tas, placemat, dll. Grup Kartini sendiri minta diadakan pendampingan oleh Ibu Tia sehingga mereka tidak hanya belajar mengenai kain jumputan, tetapi juga berbekal pendidikan karakter sehingga wirausaha mereka pun mempunyai karakter.

Pergumulan itu nyata bagi para wanita ini. Salah satu anggota Kartini, Ibu Inung, mengakui “Pada awalnya saya merasa sangat berat ketika harus mandiri dalam mengatur keuangan, mencari pasar untuk produk, mengulang produksi yang salah dan disiplin dengan waktu. Tetapi setelah tiga bulan, saya merasa ada perubahan dalam diri saya. Saya mulai terbiasa dan perlahan dapat menyelesaikan semua permasalahan sendiri.”

Grup Kartini berharap apa yang semula adalah usaha kecil dapat mengarah kepada sesuatu yang lebih besar dan produk mereka diminati oleh pasar. (NF)